Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan

06/07/17

Novel: Elude Gods, From a Different World! (Chapter 4)

Chapter 4, Status


Penulis: Dag 
Ilustrator:
Editor:Dag

Baca Sebelumnya, Elude Gods, From a Different World ! (Chapter 3)

Sinopsis
Seorang murid SMA bernama Ren Nakamura telah dipanggil ke Dunia lain bersama dengan Adik perempuan dan teman sekelasnya karena keinginannya untuk hidup di dunia lain. mereka diberi tugas untuk menghancurkan pasukan Iblis dan mengalahkan raja iblis.


"[Character Status: Perbarui] ”
Name: Haruka Mizuki」
Age: 17」
Level: 1」
HP: 1,000/1,000」
MP: 100/100」
Gender: Female」
Race: Manusia」
Class: Archmage」
Class Level: 1」
Physical Attack: 78」
Magical Attack: 231」
Physical Defense: 100」
Magical Defense: 238」
MP Regeneration Rate: 2MP Per Second」
Skills:
Azure Flame – 15MP
Body Strengthening – 20MP
Summon Staff – 2MP
Bright Light – 10MP
Ray of Light – 50MP
"Ah, jadi ini statusku?," tanya Haruka."Benar, seperti yang diharapkan karena anda adalah salah satu penganut dari Dewa Schein," jawab Alice. "Apa maksud dari 'Archmage'?," tanya Haruka. "Archmage dikenal sebagai ahli sihir yang melayani para dewa. Anda telah mendapatkan berkat dari Dewa Schein," ujar Alice.
"Jadi begitu, sebenarnya aku ingin bertanya banyak padamu. Tapi mungkin aku bisa mencari jawabannya sendiri. Setelah dipikir-pikir, bagaimana caranya untuk menggunakan kemampuan ini?," "Kau hanya harus mengucapkan kemampuan seperti disaat kamu membuka status," ucap Alice.
Rupanya, Haruka adalah seorang Archmage. Jadi, kita diberikan berkah suci oleh dewa?. Kuharap, aku tidak mendapatkannya. Namun, kondisi yang kurasakan di kamar sebelumnya berhubungan dengan ini. apakah Class Level dapat menjelaskan seberapa kuat diri kita?. Aku tidak sabar menunggu giliran selanjutnya.
"Hebat!, itu status yang cukup bagus untukmu!," teriak Shinryu. "Itu benar, kita juga dapat menggunakan sihir!," balas Kazama. "Dimohon giliran selanjutnya," ucap sang pendeta. giliran selanjutnya adalah Suzuya, adik perempuan Akane.
"Tolong letakkan tangan anda pada bola sihir selama 10 detik," Suzuya melakukan apa yang diperintahkan sang pendeta. Kemudian, sang pendeta memberikannya sebuah piringan.  
“[Character Status: Perbarui] ” 
Name: Suzuya Kouka」
Age: 17」
Level: 1」
HP: 1,000/1,000」
MP: 100/100」
Gender: Female」
Race: Manusia」
Class: Cleric」
Class Level: 1」
Physical Attack: 70」
Magical Attack: 149」
Physical Defense: 85」
Magical Defense: 430」
MP Regeneration Rate: 2MP Per Second」
Skills:
Heal – 10MP
Multi-Status x3 – 50MP
Purification – 10MP
Summon Wand – 2MP
Aura of Glory – 35MP
"Oh rupanya seorang penyihir dengan kekuatan penyembuh?, seperti yang diharapkan dari seseorang yang mendapatkan berkat Dewa Schein," ucap sang pendeta. "Cleric, itu berarti seseorang yang menyembuhkan dengan sihir sucinya kan?," tanya Suzuya. "Itu benar. Setelah semua urusan disini selesai, kita akan pergi ke tempat pelatihan," jawab Alice.
Sial, awalnya kukira kita akan bertarung persis seperti di dunia sebelumnya. Untungnya kita dapat menggunakan sihir disini. "Jadi kita mendapatkan seorang Cleric huh?," bisik Kaito. "Kita sangat beruntung!," bisik Shinryu. "Selanjutnya," ucap sang pendeta. giliran berikutnya adalah Akane. Ia meletakkan tangannya seperti apa yang dilakukan oleh mereka sebelumnya. Kemudian sang pendeta memberikannya sebuah piringan.
“[Character Status: Perbarui] ”
Name: Akane Mizusawa」
Age: 17」
Level: 1」
HP: 1,000/1,000」
MP: 200/200」
Gender: Female」
Race: Human Race」
Class: Paladin」
Class Level: 1」
Physical Attack: 350」
Magical Attack: 150」
Physical Defense: 302」
Magical Defense: 143」
MP Regeneration Rate: 2MP Per Second」
Skills:
Holy Bless – 10MP
Body Strengthening – 20MP
Summon Divine Blade – 10MP
Summon Holy Shield – 10MP
Summon Paladin Armor – 10MP
Undead Slayer Enhancement – 15MP
Recall Divine Blade – 2MP
Recall Holy Shield – 2MP
Reinforce Paladin Armor – 15MP
Pillar of Light – 40MP
God’s Blessing – 50MP
"Ah Paladin!, seperti yang kuharapkan dari Kakak!," teriak Suzuya. "Hasil yang sangat baik!, seperti yang diharapkan penerus dari penganut Dewa Schein," "Wow... Itu mengagumkan!," teriak Kaito. "Kita memiliki seorang pelindung sekarang!, benar-benar mengagumkan!," ucap Shinryu. "Paladin?, cukup baik," bisik Kazama. "Wooow..." Gumam Haruka.
Aku tak sabar menunggu giliranku. dan kupikir, Kaito menjadi seorang pria yang baik sekarang?. Giliran selanjutnya adalah Shiro.
“[Character Status: Perbarui] ”
Name: Shiro Nakamura」
Age: 13」
Level: 1」
HP: 1,000/1,000」
MP: 150/150」
Gender: Female」
Race: Human Race」
Class: Elementalist」
Class Level: 1」
Physical Attack: 100」
Magical Attack: 463」
Phyiscal Defense: 100」
Magical Defense: 387」
MP Regeneration Rate: 5MP Per Second」
Skills:
Flame Manipulation – 10MP
Water Manipulation – 10MP
Wind Manipulation – 10MP
Earth Manipulation – 10MP
Multi-Hit Flame – 20MP
Water Imprison – 25MP
Wind Blade – 35MP
Rock Squasher – 50MP
Piringan itu menunjukkan statusnya. Rupanya adikku seorang Elementalist, sangat menarik. "Ini terlihat agak berbeda, namun tetap merupakan hasil yang bagus!," ujar sang pendeta. "Elementalist?, dan apa benar jika jumlah MP yang didapat berdasarkan level kita?," ucap Shiro. Alice menjawab, "ya, jumlah MP berdasarkan Class yang kalian miliki. Elementalist merupakan spesialis dari MP dan sihir."
"Aku bingung, apakah kegunaan dari Class level ini?," tanya Akane. "Oh mungkinkah itu berarti, meningkatkan level dapat memperkuat kita?," sambung Haruka. Mereka mulai bertanya tentang Class Level. itu bagus, karena aku juga ingin mengetahuinya.
"Benar, Class level merupakan label yang menjelaskan seberapa kuat anda. Ketika mencapai level 15, kalian dapat mengganti Class seperti contoh Paladin. Class ini dapat menaikkan tingkatannya menjadi [ArchPaladin]. Setelah mencapai ArchPaladin, anda akan mendapatkan beberapa kemampuan baru dan jumlah maksimum dari MP akan bertambah," Alice menjelaskannya kepada mereka.
Sesuai dengan apa yang kupikirkan, aku menjadi pintar jika berurusan dengan hal seperti ini. Hahaha... "Bagaimana cara meningkatkan Class level?," tanya Haruka. "bertarung dengan monster, ada banyak monster di sekitar padang dan ruang bawah tanah. tapi langkah yang terbaik adalah ruang bawah tanah. setelah menaikkan level, jumlah maksimum HP anda juga akan bertambah," ujar Alice.
"Baiklah... Apakah dengan menaikkan Class level juga akan meningkatkan jumlah maksimum MP?," ucap Suzuya. "Sayangnya tidak, saya lupa memberitahu bahwa kalian akan dapat mengganti Class di saat mencapai level 55 dan tentu saja jumlah maksimum MP anda akan meningkat," sambung Alice.  "Begitu rupanya... Ini menjadi semakin menarik saja," bisik Akane.
Jadi begitu, kita dapat mengganti Class menjadi lebih baik di saat level 55?. menakjubkan. "Elementalist ya?, mereka memiliki spesialisasi di MP. keren, kuharap aku juga mendapatkan Class Elementalist!, aku ingin menjadi semacam Elemental Bender atau apalah itu," seru Shinryu. "Selanjutnya," ucap sang pendeta.
"Aku tidak sabar," bisik Shinryu. Giliran selanjutnya adalah Shinryu, ia meletakkan tangannya pada bola sihir tersebut. sang pendeta memberikannya sebuah piringan.
“[Character Status: Perbarui]” 
Piringan tersebut mulai bersinar dan menampilkan status miliknya.
...
Bersambung...

10/06/17

Novel: Elude Gods, From a Different World! (Chapter 3)

Chapter 3, Dimulainya  Sebuah Petualangan



Penulis: Dag 
Ilustrator:
Editor:Dag

Baca Sebelumnya, Elude Gods, From a Different World ! (Chapter 2)

Sinopsis
Seorang murid SMA bernama Ren Nakamura telah dipanggil ke Dunia lain bersama dengan Adik perempuan dan teman sekelasnya karena keinginannya untuk hidup di dunia lain. mereka diberi tugas untuk menghancurkan pasukan Iblis dan mengalahkan raja iblis.

Shiro melompat dan merangkul tanganku. rupanya Shirolah yang berada di ruang tersebut, Aku sangat lega. "Kakak !, ada apa ini ?!", Ia menangis. "Aku juga tak terlalu mengerti, kita tak punya pilihan selain mengikutinya...", dengan menunjukkan perasaan sedih, Ia terus memelukku. dengan perlahan, Aku mengelus kepalanya.

Ini sudah pasti dan sudah kuingat sebelumnya, ini bukanlah salahku. sialan, gara-gara Aku, Shiro juga ikut terseret dalam fantasiku sendiri. mengapa keinginanku untuk tinggal di dunia yang berbeda terkabulkan ?. apakah ini nyata ?. "Tch, dasar orang aneh", bisik Kaito.

"Jadi, dimana kita... bukankah tempat ini mirip seperti restoran ?", ucap Akane. "Sepertinya begitu, tapi Aku dapat mengingat utusan Dewa tersebut... namanya Drei, Ia bilang akan membawa kita ke suatu tempat ?", Sambung Suzuya. "Ya sebagai permulaan, Aku menemukan secarik kertas di atas meja kayu yang berada di kamarku", ujar Kazama. "Apa isi kertas itu ?", Shinryu bertanya kepada Kazama. "Disini tertulis... pengembara yang terhormat, Anda telah terpilih sebagai kandidat dari penganut Dewa Schein. Tugasmu adalah untuk membunuh pasukan serta raja iblis. satu-satunya cara agar Kalian dapat kembali adalah dengan membunuh Raja iblis dan membawa kembali inti dari dimensi. ras manusia dan iblis saat ini tengah berperang. kami memanggilmu, para pengembara untuk menjadi pahlawan dan membunuh Raja iblis. ini adalah perintah dari Dewa Schein. semoga kalian beruntung, para pahlawan masa depan.", Kazama mengucapkan semua kata yang tertulis dalam kertas itu.

"Lupakan tentang pengakuan Akane terhadap Ren, kita punya masalah yang lebih serius sekarang. kita harus kembali ke dunia kita", ucap Kaito. Rupanya Kaito terobsesi dengan Akane. mungkin saja ?, karena dialah satu-satunya orang yang bereaksi terlalu berlebihan ketika Akane dan Aku bersama. "Cobalah periksa meja Kalian, mungkin kalian akan menemukan catatan yang sama", ujar Kazama. Aku kembali ke kamar untuk memeriksanya dan ternyata ada. Aku mencoba membacanya dan disini tertulis hal yang sama. "Apakah Dewa yang membuat ini ?, atau utusannya ?", batinku.

*deg...*, *deg...*. ...*prakk*. "Eh...", Ren tercengang setelah mendengar suara tersebut. apa itu tadi ?. tiba-tiba tubuhku terasa lemah. tidak, bukan tubuhku yang terasa lemah. dalam beberapa saat tadi Aku tak dapat merasakan tubuhku. tulang-tulangku seperti remuk... seluruh tubuhku terasa membeku tadi. layaknya jiwaku meninggalkan raganya. apa itu ?, apakah Aku sakit ?. demam ?, kurasa bukan itulah yang terjadi saat ini. lalu apa ?.

...

Aku baru menyadari ternyata di dalam ruangan ini terdapat dua pintu lain yang berada di sisi lain ruangan. tak kusangka, ruangan ini ternyata besar juga. mungkin di sisi kanan adalah kamar mandi dan yang lagi satu adalah ruang penyimpanan ?. "Aku ingin melihat pintu yang berada di sisi kanan dulu", Ren membuka pintu dan ternyata benar itu adalah kamar mandi. "Sudah kuduga ini adalah kamar mandi, tapi mengapa ada disini ?. hahaha...", Kucoba untuk menghampiri pintu yang berada di sisi kiri dan ternyata bukanlah ruang penyimpanan. "Ah, jadi ini lemari. oh ya, di ruangan ini tidak ada WC, jadi kenapa tidak dengan lemari ?. hahaha... bodohnya diriku... dan sepertinya, Aku banyak berubah...", batinku.

ternyata ruangan yang dikira Ren Ruang penyimpanan adalah Lemari. saat ia membuka pintu, terdapat dua kabin yang saling berhadapan. dan cermin yang besar terpampang di depan. "Sudah lama Aku tak bercermin seperti ini.jadi aku cukup terkejut". Ren berperawakan rambut putih dengan mata yang berwarna keemasan, tinggi sekitar 180 cm. Ia masih menggunakan seragam sekolahnya. rompi hitam dan celana abu-abu, dengan baju putih dan sebuah dasi berwarna merah. "Aku ingin segera mandi sekarang. tapi kupikir, Aku akan melakukannya nanti. peristiwa ini masih membuatku merasa panas dingin. hahaha...".

Semua orang keluar dari ruangannya dan membawa kertas yang sama. "Kita tak punya pilihan lain", ucap Shinryu. "Aku akan memeriksa ke bawah". saat Kazama hendak memeriksanya, seseorang datang menghampiri kami. Ia terlihat seperti gadis berumur 17 tahun yang menggunakan seragam pelayan . Ia mempunyai rambut pirang panjang yang cerah, mata coklat, tinggi sekitar 168cm dan mempunyai dada yang cukup besar.

Ia menghampiri kami dan berkata, "Jadi Kalian semua sudah bangun ?, Sarapan sudah menunggu di lantai bawah !", tempat ini lebih cocok dikatakan sebagai tempat penginapan. "Siapa Kau, bolehkah Aku bertanya tempat ini berada dimana ?", Akane bertanya kepada gadis itu. "Maafkan Aku karena tak memperkenalkan diri terlebih dahulu, namaku Alice. Aku bekerja disini sebagai pelayan, kami menerima surat pengesahan dari tuan Drei bahwa Kalian adalah pahlawan yang akan mengalahkan raja iblis di masa depan nanti", Ucapnya dengan sopan. "Penginapan ini bernama Penginapan Kuronia yang berada di kerajaan Riel. mari, kita makan sarapan yang telah dipersiapkan sebelum menjadi dingin". Alice, ia adalah pelayan yang bekerja di penginapan kuronia. daripada penginapan, akan lebih baik jika tempat ini disebut kafe.

Semua orang ke bawah, ini adalah waktu yang tepat karena kita semua sedang kelaparan sekarang. Alice menuntun Kami ke meja makan. hmm... terlihat seperti tempat penginapan biasa... yang bergaya kayu dari dunia modern, ini bagus. terdapat 2 bangku yang panjang sebagai tempat duduk kami nantinya dan sebuah meja yang besar. ruangan di bawah ternyata juga sangat besar. makanan sudah siap tersaji dan tertutupi. tentu saja Alice menunggu kita untuk duduk sebelum membuka penutup makanannya.

...

Lasagna daging sapi, Pasta Ayam, Steak daging sapi, dan beberapa sayuran. "Silahkan nikmati hidangannya. setelah ini, Aku akan memandu kalian ke tempat pelatihan untuk menguji kalian dalam kemampuan tempur dan pertahanan. kalau begitu, Saya undur diri", ucap Alice. Aku tak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya. tapi, siapa yang peduli ?. "Ennnaaa~~", Suzuya Mencicipi Steak. Kami semua sarapan bersama. setelah ini, kami akan melakukan latihan tempur dan pertahanan diri. Aku tak tertarik, karena Aku buruk dalam hal ini...

...

Setelah selesai sarapan, Alice datang menghampiri dan membawa kami menuju tempat pelatihan. Aku benar-benar buruk dalam hal ini karena tubuhku sangat lemah. tunggu, bukankah seharusnya kita dapat menggunakan sihir ?. seperti, sihir memperkuat fisik ?. sesuatu seperti itu ?... Kita akan mengetahuinya nanti setelah sampai disana. dan Aku melihat Kaito, Kazama, dan Shinryu seperti ingin menjahiliku. Aku bisa melihatnya dari tatapan dan senyuman mereka. 

...

Kami sampai di tempat pelatihan. tiba-tiba, Shiro memegang tanganku. "Hm, ada apa Shiro ?", tanyaku. "Bolehkah Aku membicarakan sesuatu ?", balas Shiro. "Tentu saja, Apa itu ?", "APA YANG KAU MAKSUD 'pengakuan Akane terhadap Ren' SEBELUMNYA HUH ?!", Teriaknya. suasana tiba-tiba berubah, bagaimana caraku menjelaskannya ?. mengapa ia terlihat sedih ?!. "K-k-kita akan m-membicarakannya nanti... ya ?", jawabku terbata-bata. "Jangan lupakan hal ini !", Shiro berkata dengan nada kesal. "B-baik", Balasku. Apa-apaan tadi ?, itu membuatku takut. apakah Adikku sejenis hewan buas ?. auranya tiba-tiba berubah menjadi sosok monster yang mengerikan. dan mengatakan 'kita akan membicarakannya nanti' adalah hal yang salah. tapi Aku tak tahu harus berkata apa tadi.

...

"Alice, bagaimana cara memulai latihan kami ?, selain latihan fisik dan pertahanan, apakah ada jenis pelatihan yang lain ?", Tanya Akane. "sebelum memulai latihan, Kalian akan mendaftarkan diri terlebih dahulu ke pendeta", jawab Alice. "Apa yang Kau maksud ?", Akane terlihat kebingungan. "Mendaftar ke pendeta adalah hal yang sangat penting. setelah mendaftar, Kalian akan diperkenankan untuk menggunakan sihir", ujar Alice. "Begitu, jadi... dimana pendeta itu berada ?", tanya Akane. "Aku akan membawakanmu kepadanya, Ikuti aku", balas Alice. Jadi, Kita benar-benar dapat menggunakan sihir disini. lagi pula, ini adalah dunia yang berbeda. Verzwel bukan ?, heh kelihatanya akan menarik. sebenarnya Aku ingin pulang tapi, Aku ingin mengikuti alur saja.

Semuanya mengikuti petunjuk Alice. tampaknya, tempat pelatihan ini sangat luas. tempat ini berjarak sekitar 24 meter dari tempat penginapan. kelihatannya penginapan ini sangat kaya. atau, hal ini sangat biasa di dunia ini ?. bagaimanapun juga, Kami dikenal sebagai ras atau keberadaan yang baru di dunia ini. apakah itu karena Kami pahlawan di masa depan nanti ?. sayangnya, Aku tak begitu tertarik.

Kami tiba di depan sebuah gereja. tampaknya, sang pendeta berada di dalam gereja ini. tentu saja, jika kamu mendengar kata 'pendeta', Gereja, atau tempat ibadah lah yang akan muncul di pikiran kalian. bukankah Aku benar ?. Alice juga membawa Kami masuk ke gereja untuk bertemu dengan pendeta. Alice membuka pintu. ruangannya terlihat sangat lebar, dan terdapat jenis cahaya unik yang menyinari seluruh ruangan.

"Apakah kalian semua akan mendaftar ?", tanya sang pendeta. "Semuanya, kecuali Saya", jawab Alice. "Begitu rupanya. silahkan maju kedepan, utamakan wanita duluan", ucap sang pendeta. oh, jadi disini juga ada sedikit etika dan sikap sopan santun di dunia ini ?. tunggu, mengapa Aku bisa sampai memikirkan hal ini ?, dan apakah ras Demi-Humans juga ada disini ?, Aku hanya memikirkan itu. dan ada berapa banyak jenis makhluk yang terdapat disini ?.

Oh lihat, sang pendeta memegang sebuah benda bulat yang bersinar. Benda itu terlihat sebesar bola basket. Aku mengasumsikan bahwa benda itu adalah bola sihir ?. Seseorang yang pertama maju adalah Haruka. "Sekarang, tolong letakkan tangan kananmu di bola sihir ini". yap ternyata Aku benar, itu adalah sebuah bola sihir. "Tolong pegang benda ini selama 10 detik. setelah itu, untuk mengetahui kemampuanmu dalam menggunakan sihir, gunakan piringan ini untuk melihat status mu". pendeta memberikan Haruka semacam logam yang berbentuk pipih. ketebalan sekitar 3 milimeter dan lebar 2 Inci. "Bagaimana caraku untuk melihat status ku ?", Tanya Haruka. Alice menjawabnya "Kau harus memegang piringan status ini dan ucapkan kata-kata ini. Karakter Status: Perbarui". "baiklah, Karakter Status: Perbarui", setelah 5 detik benda ini memperlihatkan Status Haruka.

Bersambung...


Sumber, daggychan.wordpress.com

07/06/17

Novel: Elude Gods, From a Different World ! (Chapter 2)

Chapter 2 "Dalam Dunia Yang Berbeda ?!?! II".


Penulis: Dag
Illustrator:
Editor: Dag

baca sebelumnya, Novel: Elude Gods, From a Different World ! (Chapter 1)

Sinopsis,
Seorang murid SMA bernama Ren Nakamura telah dipanggil ke Dunia lain bersama dengan Adik perempuan dan teman sekelasnya karena keinginannya untuk hidup di dunia lain. mereka diberi tugas untuk menghancurkan pasukan Iblis dan mengalahkan raja iblis.

"Jadi... Apa yang ingin Kau bicarakan ?", "Kamu membawa bekal makan siang sendiri kan ?, Siapa yang membuatnya ?", Akane bertanya. "Ibuku, Ada masalah dengan itu ?", balasku. "Benarkah ?, syukurlah kalau begitu". Ucapnya dengan lega. Aku sama sekali tidak mengerti dengannya, Apakah Ia mengkhawatirkanku ?. Umm... Mungkin tidak juga.

"Kali ini, Ibulah yang menyiapkan sarapan Dan bekal makan siangku. Namun biasanya Adik Perempuanku lah yang melakukan hal itu", kataku. "*berbisik* ,APA ?!? *Ahem* a-ahh... Begitu ya...". Apa itu, Ia baru saja menunjukkan raut muka kesalnya tadi.

"Mengapa Kau menanyakan hal itu ?", Tanyaku. "Um... Hey Ren, boleh gak kalau Aku membuatkan bekal makan siang untukmu ?", ia tak membalas pertanyaanku. tapi, Aku tak keberatan dengan itu. mengapa hal ini terjadi secara tiba-tiba ?. Namun faktanya, ini menyelesaikan masalah yang sedang terjadi disini. "Ya tentu saja, Tapi kenapa ?", "Karena aku ingin melakukannya !", Balas Akane dengan Nada yang tinggi.

Itu bukanlah jawaban yang ingin kudengar, Apakah Gadis ini seorang Dewi pengabai pertanyaan atau pemberi tanggapan yang tak masuk akal ?.  "...baiklah...", gumamku. Sekarang Aku sangat penasaran dengan tingkah lakunya yang aneh hari ini. Hal yang dapat kupikirkan adalah ia membenturkan kepalanya atau menghirup asap hasil dari pembakaran ganja.

Bahkan jika ia Menghirupnya, itu bagus Karena ganja juga merupakan tanaman obat. Tapi tetap saja jika menggunakannya secara berlebihan, Pemikiranmu tak akan bekerja semestinya. Dan sial, tingkah anehnya benar-benar membuatku merinding sekarang. Aku harus menanyakan hal ini...

Tapi tunggu dulu, lebih baik Aku mengasumsikan bahwa ia membenturkan kepalanya dan mengakibatkan ingatannya menjadi kacau. Jika Aku bertanya kepadanya, ia takkan menjawabnya dengan benar Karena ingatannya sedang kacau sekarang. Seharusnya Aku tak menanyakan hal ini kepadanya.

Oh ya, Aku selalu pulang bersama dengan Adikku. Sejujurnya, hari ini Aku perlu membeli mouse Dan headset baru. Untung saja Aku punya uang. Ini uang saku Dari ibu tapi, Aku tak mempedulikannya. *sigh*, Aku ingin pindah ke dunia lain saja.

Setelah selesai menghabiskan bekal makan siang, Kami kembali ke kelas. Bisa ditebak, banyak tatapan-tatapan sinis Dari semua orang tertuju ke arahku. Aku tetap tak mempedulikannya.

...

Pelajaran sekolah telah usai. sekarang saatnya aku pergi untuk membeli mouse Dan headset baru. Mouseku tak berfungsi dengan semestinya. Sementara masalah yang terdapat dalam headsetku adalah setiap aku mengatur volumenya, suaranya akan terdengar kacau. Kupikir Aku harus membeli yang baru juga. Lagipula, aku akan pulang bersama Shiro nanti. Tiba-Tiba...

"Hei Ren, ayo pulang bersama !". lagi-lagi wanita ini, apakah ini azab Dari para dewa ?. Sekarang bagaimana caraku untuk lolos dari situasi ini ?. Semua orang mulai melihat Kita. Aku bisa mendengar semua orang berbisik, "Akane pergi dengan makhluk rendahan itu ?, sialan !".

Mohon maaf, tapi kalianlah yang makhluk rendahan. Jika kamu punya waktu untuk mengeluhkan tentang masalah ini, Kalian jugapasti memiliki waktu untuk membuat hidup kalian lebih baik. Tetapi aku harus menolaknya, Harus !. Ada yang salah dengan hari ini. Serius, Aku harus berjalan seperti biasa menuju pintu gerbang sekolah, pulang bersama adikku Dan segera meninggalkannya. Tapi tunggu dulu, Aku harus membeli barang-barangku. Atau lebih baik Aku membelinya nanti malam saja ya ?.

"T-tapi... Maaf Aku harus pergi ke suatu tempat dulu sebelum pulang", Kataku dengan gemetar. "Apakah itu berhasil ?, atau tidak ?", batinku. "Tak masalah, Ayo kita pergi. Dan, Kamu pulang bersama dengan adikmu kan ?. Ah Aku tahu !, Ayo kita pergi ke rumahmu jadi Aku dapat memperkenalkan diriku sebagai calon istrimu !".

...

Huh ?, Apa ?. Dia mengaku sebagai calon istriku ?... "EEEEEEEHHHHHH !", Semua orang terkejut. Apa aku tadi salah mendengarnya ?, Aku harus membuatnya mengulangi ucapannya lagi. "Ugh... Apa aku salah dengar tadi ?", "Geez... Membuatku mengulangnya adalah hal yang memalukan tahu. Tapi Aku tidak keberatan, Aku ingin memperkenalkan diriku sebagai calon istrimu di depan keluargamu !". OK, aku tak salah mendengarnya. Benar-benar Ada yang aneh disekitar sini.

Kucoba untuk memastikannya kembali, "Apakah itu sebuah lamaran untukku ?",  "Aku akan berkata jujur kepadamu, Aku sudah menahan rasa ini sampai sekarang. Ren, Aku menyukaimu. Sejak hari pertama bersekolah, Aku berpikir Kamu berbeda dengan yang lainnya. Aku selalu mengamatimu di kelas, Dan Aku menyukai sifatmu yang selalu tenang. Bahkan jika Ada orang yang menghinamu, Kamu tetap bersikap santai. Aku menyukai itu. Maukah Kau keluar bersamaku ?".

Jadi begitu, Ia tak membenturkan kepalanya. Dia telah mengatakan yang sejujurnya. Ia melamarku disini, di kelas. Di depan semua orang. Bagaimana aku harus menjawabnya ?. "E...ehh...",Aku tak bisa mengucapkan sepatah katapun. "Jadi, apa jawabanmu ?", Katanya dengan lembut.

"U-untuk sekarang, kupikir Aku akan menerima tawaranmu untuk pulang bersama. Namun untuk lamarannya, Aku akan menjawabnya di lain waktu. Tolong berikan Aku waktu sejenak untuk memikirkannya...". *GASP*, "Kalau begitu, Ayo pergi !", Akane menempelkan tubuhnya kepadaku. Apa yang terjadi disini ?.

Mengapa hal ini terjadi ?. Aku bahkan tidak tertarik padanya. Mengapa Aku menyuruhnya untuk memberiku waktu untuk menjawabnya ?. Mungkin Karena aku sedikit tertarik Karena Diriku tak pernah memiliki pacar sebelumnya. Namun disamping itu, pikiranku mengatakan untuk langsung menolaknya saja tadi.

Aku ingin segera menyelesaikan masalah ini. Aku tak ingin menghabiskan waktu dengannya lebih lama lagi. Kami berjalan keluar kelas Dan menuruni anak tangga. Aku mendorongnya sedikit demi sedikit untuk menghentikannya menempel padaku. Aku benci ini. Kami mengganti sepatu Dan Shiro sudah menungguku di luar Sana. Aku bergegas menemuinya bersama Akane. Akan tetapi...

"Ren Nakamura !, Apa artinya ini ?!. Kakak tolong jelaskan !", astaga... Adik perempuan Akane datang menghampiri Kita. "Bajingan kamu Ren !, Kamu orang aneh sialan apa yang kamu lakukan pada Akane ?!", Uwaa... Kaito kelihatan sangat kesal. Bisakah kamu santai sedikit ?. Aku sudah menduga bahwa mereka berlima akan datang menghampiriku.

"Akane !, Apa yang Kamu maksud dengan menjadi 'calon istri' nya ? Orang ini benar-benar 'tak berguna' untukmu Kau tahu itu !". Ouch, tolong pikirkan perasaanku juga Shinryu. Bukankah kamu yang benar-benar mirip dengan 'sampah' disini ?.

"Ren !, Apa yang Kau lakukan terhadap Akane ?!, Kau harus dihukum untuk ini !". tolonglah sebagai anggota dewan kesiswaan, Kau harus melakukan tugasmu dengan benar Haruka ?. Dan sekarang Kamu menyatakan bahwa Aku telah berbuat hal yang tak senonoh kepada Akane ?. "Kau mencuri Akane dariku Ren !, Akan kubunuh kau !". Kau akan membunuhku Kazama ?, *sigh*.

Inilah mereka, 5 orang yang selalu menghinaku. Bahkan ia tak segan-segan menghinaku di depan Akane Dan Adikku sendiri. "*sigh*, Kuharap aku benar-benar hidup di dunia lain...",
"Keinginanmu Terkabulkan...".


...

Terdengar suara misterius yang menanggapi permohonanku. Keadaan langit berubah. Tiba-tiba muncul sebuah lingkaran besar di tanah. "Tunggu, bukankah itu lingkaran sihir ?", batinku. Tanah perlahan-lahan menelan kami semua Dan Aku mulai kehilangan kesadaran. "S-Shiro...".

...

...

Aku terbangun. Aku tak tahu tempat ini, Aku berusaha untuk bangun. Aku melihat sekeliling Dan menemukan 8 tempat tidur yang diantaranya sedang terpakai oleh Akane, Shiro, Aku, Dan kelima orang lainnya yang ikut tertelan ke dalam tanah tadi. Mereka semua terbangun.

"K-Kakak... Apa yang sedang terjadi...", Mereka semua terlihat baik-baik saja, Dan ini tak terlihat seperti mimpi. Apa yang sedang terjadi disini ?.

"Kalian semua telah terbangun ?". huh ?, siapa pria itu ?. Pria botak dengan janggut yang panjang. ia memegang sebuah tongkat dan berpakaian layaknya seorang pendeta. "Apa yang terjadi ?, dimana kita ?!. dan siapa kau ?!". Akane bertanya kepada orang itu. "maafkan aku... Namaku Drei, Aku adalah utusan dari Dewa Schein. kalian semua akan dipindahkan menuju dunia yang bernama Verzwel. kalian semua terpilih untuk menjadi penganut dari dewa Schein. tujuan kalian adalah untuk memusnahkan dan menghancurkan pasukan raja iblis", jelasnya.

Huh ?, Raja iblis ?, Dunia lain ?. penganut dewa ?. Sihir ?, Sebenarnya apa yang terjadi disini !?. "Sialan !, bawa Kami kembali ke tempat asal kami !", teriak Kaito. "Aku ragu untuk melakukannya, Dewa Schein telah menggunakan kristal waktu dan sihir ruang waktu. Kita harus mengisi daya kristal tersebut selama 30 tahun agar dapat digunakan kembali", ujarnya. "Jadi, berapa banyak penganut dewa Schein saat ini ?", Tanya Kazama. "Terdapat 14 utusan termasuk Saya",ucap Drei. "Siapa mereka ?", "Drei, Xen, Ignis, Yseult, Chronos, Nyx, Gaia, Eros, Tartarus, Erebus, Phusis, Thanatos, Brynhildr, Astra", Jelasnya.

Jadi begitu... di dunia ini, menghadapi utusan Dewa dan diperintahkan untuk membunuh raja iblis, itu semua tak dapat kita temui di Bumi. namun berlaku disini, Verzwel... aku mengerti sekarang... "Kami adalah utusan dari Dewa Schein dan kalian adalah manusia terpilih yang akan diberi kesempatan untuk menjadi penganut dari Dewa Schein", ujar Drei. "Kami tak butuh kesempatan itu, Cukup bawa kami kembali ke bumi !. bahkan jika Kamu telah menggunakan 'kristal waktu dan sihir ruang waktu', Dewa Schein tetaplah Dewa !. bukankah ia mampu untuk membawa kami kembali ke bumi ?". teriak Kazama.


"memang benar, Dewa Schein tetaplah dewa. tapi, Aku ragu ia tak mampu untuk membawa kalian kembali. satu-satunya cara agar Kalian dapat kembali adalah dengan mengalahkan raja iblis dan mengambil kembali inti dari dimensi. namun, itu juga hal yang sia-sia. ini merupakan kesempatan yang sangat langka dari Dewa Schein", ujar Drei. "sudah kubilang, aku tak butuh hal itu. akan tetapi, bagaimana cara kita memulainya ?. Aku menyadari kita tak memiliki kesempatan untuk menentangmu dan harus mengikuti perintahmu. jadi, bagaimana cara kami membunuh Raja Iblis ?", balas Kazama.

"hahaha... Kami sudah menyiapkan segalanya untuk kalian para pengembara. aku akan mengirim kalian ke suatu tempat. semoga beruntung, kukuku...", Drei melemparkan kekuatan sihirnya kepada kami. dan perlahan, Kami mulai kehilangan kesadaran.

...

Aku terbangun, lagi-lagi Aku berada di tempat yang tak kuketahui. Aku melihat ruangan sekitar. ruangan ini sangat unik, Pintu, kasur, langit-langit ruangan, dan lantai terbuat dari kayu. aku menyukai gaya ini. Aku membuka pintu ruangan tersebut dan melihat 7 ruangan lainnya yang mirip dengan ruangan tempatku berada. sepertinya bukan Aku saja yang dipindahkan disini. mungkin Akane, Adikku, dan kelima orang itu juga disini ?. aku benar-benar mengkhawatirkan Shiro.

Aku baru menyadari ternyata ruanganku dekat dengan 7 ruangan itu. *CLAK*, pintu ruangan yang berada disamping kiriku terbuka satu per satu. disana terdapat Akane, Suzuya Kouka, dan Adiknya Akane. pintu Ruangan disamping kananku terbuka, disana terdapat Kaito Makabe, Shinryu Ouma, dan Kazama Ryouji. tapi... ruang siapakah yang berada di depan ruanganku ini ?. *CLAK* suara pintu terbuka, *GASP*...

Bersambung...



Sumber, daggychan.wordpress.com




05/06/17

Novel: Elude Gods, From a Different World ! (Chapter 1)

Chapter 1, "Dalam Dunia Yang Berbeda ?!?!".


Penulis: Dag
Ilustrator:
Editor: Dag

Sinopsis,
Seorang murid SMA bernama Ren Nakamura telah dipanggil ke Dunia lain bersama dengan Adik perempuan dan teman sekelasnya karena keinginannya untuk hidup di dunia lain. mereka diberi tugas untuk menghancurkan pasukan Iblis dan mengalahkan raja iblis.
 
Di malam yang begitu tenang dan damai, Semuanya sedang tertidur. Sekarang Aku bisa melakukan apa yang Kuinginkan tanpa diganggu orang lain.

Namaku Nakamura Ren, usiaku saat ini 17 tahun. Siswa kelas dua SMA yang selalu terkena "bullying" di sekolah Karena Aku dikenal sebagai orang aneh. Semua orang memandang rendah diriku karena mereka mengira Aku memiliki ketertarikan dengan karakter Gadis 2 Dimensi Dan bermain Game sepanjang hari sampai larut malam. Tapi sayangnya Aku bukanlah orang yang seperti itu.

Aku juga memiliki Saudara Perempuan yang bernama Shiro Nakamura. Ia berusia 13 tahun Dan saat ini menduduki bangku kelas 1 SMP. Dia memiliki ketertarikan yang aneh denganku atau masyarakat sering menyebutnya dengan "Brother-Complex".

"Tapi kenapa ?". Aku selalu bertanya kepada diriku sendiri. Ia selalu berlagak seperti pacarku. Akan tetapi, Aku tak terlalu mempedulikannya Karena Aku hanya ingin menjalani hidup ini dengan damai. Ini akan menjadi lebih baik jika dia hanya sekedar menggodaku saja.

Saat ini, Aku sedang memainkan Game Eroge. Untuk pertama kalinya Aku ingin mencoba memainkannya Karena semua game yang pernah Kumainkan adalah Action, Dan Horror. Di saat semuanya telah siap. Kumulai memainkan gamenya.

"Huh, jadi ini Game Eroge yang sedang diperbincangkan semua orang. Mari kita lihat saat ini jam 11 malam, Dan Aku harus segera tidur. Mungkin Aku akan tidur jam 12 malam nanti. Aku benar-benar ingin mencoba permainan sampah ini", Pikirku.

Game ini menceritakan tentang hubungan Asmara antara Saudara kandung. Aku bahkan tak terkejut, Dunia ini begitu kacau. Tapi itu tidak menjadi masalah. Aku Tidak terlalu menyukai Game semacam ini namun, Aku akan tetap mencobanya. Aku harus memasukkan nama ke dalam Game.

"Uh...hmm... Bagaimana dengan Sakagami ?. Aku tak ingin memasukkan namaku dalam Video Game. Aku yakin Ia akan memanggilku dengan Nama yang dimasukkan dalam Game ini". Aku memasukkan Nama Sakagami sebagai ganti Dari nama asliku. Sebenarnya siapa itu Sakagami ?. Itu hanya ciptaanku saja. "Akan tetapi, Aku harus mengatakan ini hanyalah sebuah kebetulan. Dan Benar-benar berhubungan dengan kehidupanku", Pikirku.

Adegan pertama dalam permainan dimulai dengan Kakak laki-laki yang terbangun bersama Adik Perempuan yang tengah tertidur disampingnya. "Eh, apakah itu legal dalam hukum ?.  Tentu saja iya Karena mereka keluarga", pikirku.

Setelah pindah ke adegan berikutnya, sang Kakak bergumam, "Aku terbangun lagi dengan Adikku, apa yang harus kulakukan ?. Dia benar-benar terlihat manis di saat tidur. Haruskah aku menciumnya ?". Ia memang terlihat manis dengan rambut hitamnya yang panjang. Dan tampaknya mempunyai... Tubuh yang sedang berkembang ?, ia terlihat seperti bocah tapi dia sangat imut. Dia menggunakan Pajama Karena ia sedang tertidur sekarang.

Game ini memberikan beberapa pilihan yang membuatku kebingungan. Pilihannya adalah, "Cium Dia", "Bangunkan Dia", Dan "Turun Dari Tempat Tidur Dan Menyiapkan Sarapan". Apa-apaan ini ?, apa kamu benar-benar harus menciumnya ?. Itulah yang membuatku bingung.

Aku memilih opsi ke-3 yang tampaknya lebih masuk akal ketimbang harus menciumnya. Faktanya, Aku bukanlah seorang "Sister-Complex". "Akan tetapi, mengapa kamu harus mencium adik perempuanmu ? Apakah kamu seorang maniak Siscon atau apalah ?", gerutuku.

"Ah, sudah jam 12 pagi. Aku harus segera tidur atau jika tidak Aku akan terlambat". Aku menyadari sudah waktunya untuk tidur. Tapi memainkan game semacam ini ternyata memakan waktu lebih banyak ?. Atau apa hanya Aku saja yang tak memperhatikannya ?, waktu berjalan dengan cepat ya...

Aku tertidur dengan nyenyak sembari mendengarkan alunan musik.

...

Aku terbangun Dari tidurku Dan seperti biasa, adikku-lah yang membangunkanku. Namun sebenarnya, aku sangat berterimakasih padanya. Jika tidak karenanya, mungkin Aku akan terlambat. "Kak, cepat bangun hari sudah pagi !. Mama sudah menyiapkan sarapan !. Kalo gak bangun... Kakak akan kujadikan sarapanku !".

Yap, Kami masih tinggal bersama dengan orang tua. Dan sudah kubilang sebelumnya, Ia bahkan tak malu Dan tak mempedulikannya. Ibuku, Reiko Nakamura seorang ibu rumah tangga yang Berusia 27 tahun. Aku tak mengingat apapun di saat mereka menikah tapi itu tidaklah menjadi masalah. Dan Ayahku, Seido Satsuki, berusia 28 tahun. Ia seorang produser game Dan selalu piawai dalam hal programming. Sarapan Kami hari ini adalah telur Dan bacon.

Disaat makan, Aku membayangkan tentang krisis dunia Dan dunia paralel. Aku sangat marah disaat menyadarinya. Membunuh Dan memotong hewan seperti, Ayam, Babi, Dan hewan lainnya merupakan hal yang legal. Jika dipikirkan lagi ini sangat tidak adil. Seharusnya, membunuh ras kita sendiri sebenarnya adalah hal yang legal dimata hukum. Dan secara spontan, Aku berbicara.

"Ibu, apakah Dewa telah mati ?". "Huh, apa yang Kamu katakan tadi ?", Sahutnya. Aku memulai membuka topik. Dan seluruh anggota keluarga hadir disini.

"Ibu, Dewa sudah Mati kau tahu ?. Jika Dewa masih hidup, maka lihatlah ke luar Sana Dan temukan sebuah keadilan.
Tidak Ada bukan ?, jika alkitab mengatakan bahwa iblis yang melakukan semua perbuatan jahat. Aku akan mengatakan bahwa iblis telah berhasil menaklukkan umat manusia. Dan ini juga dapat dikatakan bahwa 'keadilan' telah jatuh. Aku tak mengatakan Dewa telah Mati. Aku tak mengatakan bahwa Iblis telah hidup Dan menguasai ras manusia".

"Alkitab mengatakan bahwa jika kita telah tiada, jiwa Kita akan menuju entah itu surga atau neraka. Jika Kamu orang yang baik, Kamu akan berada di surga. Namun jika tidak, itu akan menjadi hal yang sebaliknya. Jadi... Bagaimana jika Aku mengatakan... Saat Kamu mati, Surga, Neraka, Reinkarnasi, Dunia yang berbeda, adalah kemungkinan yang terdapat didalam alam baka. Kita tidak pernah tahu, reinkarnasi mungkin dapat berarti mengulang kembali Dari awal. Bagaimana jika Aku mengatakan bahwa kita semua sebenarnya sudah meninggal ?. Bagaimana jika kita hanya akan terus bereinkarnasi. Bagaimana jika... Surga Dan Neraka sebenarnya tak nyata ?. Dan kita hanya dibodoh-bodohi oleh alkitab untuk mempercayai hal konyol ini ?. Maaf jika pembicaraanku tadi lancang". Kataku.

Ibu membalas perkataanku, "Ren, Kita semua memiliki keyakinan Dan keyakinan itulah yang membuat kita berbeda. Ibu menghargai keyakinanmu. Tapi itu hanya '50-50', bisa benar, bisa juga sebaliknya". "Be... Begitu ya... Maaf untuk itu...", kataku.

"Tak apa, ngomong-ngomong. Bukankah kamu terlambat ?, pelajaran dimulai pada pukul 9 pagi Dan sekarang sudah pukul setengah 9 sekarang". "Oh... Ya... Ibu benar... Kami harus pergi sekarang !", kataku.

Yep, Aku tak ingin terlambat. Aku tak ingin mendapat keterangan "bolos". Jika kita membolos  selama 3 hari berturut-turut. Kamu akan menerima sebuah skorsing. Sejujurnya, Aku hanya ingin meninggalkan kelas. Tapi, Aku harus tetap sekolah.

"Ah ! Kakak ! Tunggu !", teriak Shiro. Bagaimanapun juga, Adik perempuanku masihlah muda. Memiliki rambut putih yang panjang dan Mata biru bagaikan Kristal. Ia memiliki tubuh yang benar-benar mirip seperti gadis remaja pada umumnya meskipun Ia baru berusia 13 tahun. Menurutku Ada yang salah dengan itu. (Dan sekarang Ia menempel padaku).

Nah, ini benar-benar mencurigakan.

...

Kami sampai di Sekolah  pukul 8.50 pagi, tepat waktu. Untunglah aku tidak terlambat minggu ini. Sekolah Kami bernama akademi Keiken, nama yang bagus untuk sekolah tapi lihatlah murid-muridnya. Aku harap mereka semua mati saja. Setiap aku melangkahkan kaki menuju halaman sekolah, itu lebih seperti melangkah menuju neraka... semua orang akan menatapku. dan beberapa diantara mereka memberikan tatapan jijik kepadaku. ada juga yang menyeringai disaat menatapku seolah-olah mereka merencanakan sesuatu yang buruk kepadaku. Bullying ?, mereka selalu melakukannya. Aku hanya harus mengabaikannya.

Kami memasuki pintu sekolah dan mengganti sepatu. setelah itu, Aku berpisah dengan adikku karena ya, dia adalah murid SMP sedangkan Aku SMA. "Aku harus bergegas ke kelas". Aku menaiki tiap anak tangga dan memasuki kelas. Kubuka pintu dan terjadi lagi, sorotan mata yang mengatakan kepadaku bahwa mereka ingin membunuhku. atau menyuruhku mencari kehidupan baru karena Aku orang yang aneh dan menjijikkan ? Geez... masyarakat sekarang benar-benar kritis. "Aku harus duduk sekarang", batinku.

Bangku itu, Dimana sinar matahari bersinar layaknya Dewa melakukannya secara sengaja, Tak ada gorden. Aku duduk dan sinar matahari menyilaukanku. "Oh Tuhan, apakah kamu yang melakukan ini ?", batinku. Sialan Dewa pasti membenciku.

...

Seseorang menghampiriku, Gadis ini bernama Akane Misuzawa, usia 17 tahun. memiliki rambut lurus merah yang panjang, Mata Ungu dan tubuh yang dewasa. Ia selalu menghampiriku di kelas dan menanyakan tentang diriku dan apa yang kulakukan semalam. Dia juga memintaku untuk makan bersamanya dan tentu saja menurutku, Ia adalah Gadis tercantik di sekolah. Semua orang mulai cemburu dan berkata, "Mengapa Akane bersikap ramah dengan pria itu ?", atau "Terkutuk Kau ! Ren !". Mereka semua sangat menggangu.

"Ren, Kamu hampir saja terlambat !. jangan lupa jika Kamu membolos sekali saja, Kamu akan dikeluarkan Kau tahu itu ?". ya, memang itu benar. namun Aku tetap tak mengerti, Aku datang tepat waktu. mungkin aku harus bertanya, "Uhh... Tapi Aku sampai disini tepat waktu...", "Aku hanya mengingatkanmu~", Balasnya dengan senyum di bibirnya. wow ?, aku tak mengerti dengan gadis ini. itu membuatku ketakutan.

dan mereka datang, Lima orang yang selalu mempermainkanku karena Aku dekat dengan Akane. "Selamat pagi Akane, Apakah Ren melakukan sesuatu yang tak senonoh kepadamu ?. sebagai anggota dewan kesiswaan, Aku harus menghukumnya". Haruka Mizuki, Ia adalah anggota dari dewan kesiswaan dan tugas dari organisasi ini adalah untuk memberi peringatan bagi Murid yang melanggar peraturan sekolah. Ia memiliki Rambut coklat pendek, mata berwarna hitam dan uhm... dada yang kecil tapi tidak terlalu rata.

"Selamat Pagi Ren, kenapa kamu sangat ramah terhadap dia ?. Kamu itu orangnya sesat  dan Aku tak ingin Kamu menodai Kakakku !". Suzuya Kouka, yang satu ini agak berbeda. Ia adalah adik perempuan dari Akane. katanya, Ia dilahirkan 1 menit lebih lambat dari Akane. lucu bukan ?. Ia memiliki rambut pendek berwarna hijau, mata berwarna hitam dan dada yang rata. tinggi sekitar 150 cm.

"Memang benar, mengapa Kamu bersikap ramah pagi ini ?", hey Kaito Makabe, bersikap ramah ? apa yang sedang kamu bicarakan ?.  ia juga seorang anggota dewan kesiswaan. memiliki rambut bergaya Emo, bertingkah layaknya berandalan dengan menggunakan aksesoris yang membuatnya terlihat lebih 'berandalan'. tinggi sekitar 175 cm.

"*Sigh* Aku mengantuk... dan tolong sebaiknya Kamu berhenti bertingkah layaknya teman baik kepada Akane. Aku Yakin Kamu akan melakukan hal-hal yang mesum kepadanya huh !?". Shinryu Ouma, Pria ini sangat pintar. namun kecerdasannya terbuang dengan sia-sia yang disebabkan oleh cara hidupnya. Tapi mengapa Aku peduli kepadanya ?. aku lebih baik mati daripada mempedulikannya. Ia memiliki rambut abu yang panjang dan mata berwarna hitam. tinggi sekitar 175 cm.

"*sigh* Jadi kegaduhan ini disebabkan oleh Ren lagi huh ?...". Kazama Ryouji, Ia selalu menyalahkan segalanya kepadaku. Dunia ini emang kejam, Kupikir para dewa juga membenciku. Ia selalu menggunakan jaket meskipun disaat cuaca yang panas sekalipun. Rambut pendek, mata berwarna biru, dan memiliki tinggi 168 cm.

"Eh ?!, Tapi aku hanya ingin bicara denganya.", Ia membantah mereka semua. Aku sangat berterimakasih namun tetap saja, Mengapa Kamu mau bicara denganku ?. Ini semua selalu menjadi salahku, Mereka selalu menyalahkan semuanya kepadaku. Kalian semua pasti akan Mati, tentu saja kalian akan Mati.

...

Pelajaran Pertama dan Kedua adalah Ilmu pengetahuan dan Bahasa Inggris. selanjutnya adalah waktu makan siang. Aku berencana untuk menyantap bekalku di atap sekolah. pelajaran telah berlalu, Aku sudah menyiapkan bekalku dan siap berlari menuju ke atap sekolah. namun tiba-tiba...

*Bruk !*, "Ah ? Eh ? Akane, Apa yang sedang Kamu lakukan ?". bangku miliknya sudah berada disamping kiri bangkuku. Ia mendorong bangkunya hingga menempel dengan bangkuku. "Ren, Ayo makan bersama !". Astaga, ada yang tidak beres dengan hari ini. kenapa Ia tiba-tiba melakukan hal ini kepadaku ?. seminggu lalu Ia sangat berbeda. Dia tak pernah melakukan ini. Tapi apa yang sedang terjadi ?, Apa kamu mencoba ganja untuk pertama kalinya ?. Apa kamu membenturkan Kepalamu ?. Kamu sakit ?, butuh kupanggilkan Dokter ?. Aku mencoba bertanya kepadanya, "Umm... Aku berencana untuk makan siang di atap sekolah tapi... yah... kenapa ?", "Kalau begitu, Ayo kita makan bersama di Atap sekolah !", Balasnya.

Uwaa... Dia tak menghiraukan pertanyaanku. aku tak keberatan tapi, itu benar-benar membuatku tak nyaman. karena semua orang sekarang sedang menatapku dengan tatapan yang mematikan. Aku juga bisa mendengar mereka berbisik, "Apa ?, apa dia berbuat sesuatu dengan Akane ?!", atau "Bajingan kau Ren !". hey, Apa Kalian mencoba agar Aku dapat mendengar bisikkan kalian ?. Aku benar-benar kecewa. Tapi kurasa, Aku akan tetap makan siang dengan makhluk ini. Tapi tentu saja, Seseorang pasti akan mengganggu makan siang kami.

2 Cowok datang dan mengeluh tentang makan siangku dengan Akane. mereka adalah Kaito Makabe dan Kazama Ryouji. "Apa-apaan ini ?!", "Mengapa Kamu Makan Siang dengan Orang mesum ini ?". Setelah mendengarnya, Aku merasa sedikit marah. Ingin rasanya Aku membongkar mulut mereka dan membakarnya hidup-hidup. *sigh* aku sedikit mengeluh untuk mengeluarkan kemarahan dan kekecewaanku. dengan sontak Akane berteriak "Apa Masalahmu ?, Aku hanya ingin Makan bersamanya. Berhenti mengoceh atau..." Disaat Akane berbicara suasana tiba-tiba berubah.

"AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN". Oh sial, Apakah ini yang mereka sebut Yandere ?. oh tunggu, Akulah pemain utamanya disini. apa itu berarti- "Sekarang ayo pergi dan makan !. Aku lapar !". Akane meraih tanganku yang bisa kukatakan hanyalah "O-Oke, Tapi Kenapa ?", Ia mengabaikan ucapanku dan Aku sudah menduganya. Kami pergi meninggalkan Mereka berdua yang 'terbungkam' karena ucapan Akane tadi. ah... Itu tidak menjadi masalah bagiku.

Kami sampai di Atap sekolah dan membuka bekal kami... "Jadi... apa yang ingin kamu bicarakan ?", Tanyaku. Kupikir, Ia ingin berbicara tentang sesuatu. jadi, aku mengajukan sebuah pertanyaan kepadanya.

Bersambung


Sumber, daggychan.wordpress.com